Thursday, 31 July 2014   |   Thursday, 3 Syawal 1435 H
Online Visitors : 1.509
Today : 10.638
Yesterday : 19.543
Last week : 121.346
Last month : 128.832
You are visitor number 96.966.083
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

05 oktober 2007 01:40

Kawasan Agropolitan Sumatera Utara Meniru Thailand

Kawasan Agropolitan Sumatera Utara Meniru Thailand

Medan- Pengembangan kawasan agropolitan di delapan kabupaten di Provinsi Sumatera Utara akan meniru pengembangan kawasan serupa di Thailand. Salah satunya dengan menggabungkan kawasan agrobisnis dengan agrowisata yang sukses dilakukan Thailand.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumut RE Nainggolan di Medan, Kamis (4/10), Thailand dianggap sukses dalam pengembangan kawasan agrobisnis, antara lain terlihat dari beberapa produk utama pertanian dan perkebunan mereka yang menguasai pasar dunia. Menurut Nainggolan, kesuksesan Thailand bisa ditiru Sumut yang tengah mengembangkan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara.

Nainggolan mengungkapkan, Thailand bisa sukses mengembangkan kawasan agrobisnis yang dipadukan dengan kawasan agrowisata karena adanya figur pemimpin, dalam hal ini adalah raja, yang sungguh-sungguh memperhatikan nasib petani dan membuktikannya melalui perbuatan nyata. “Peran pemerintah tidak perlu besar, tetapi harus efektif mengatasi permasalahan petani,” ujar Nainggolan.

Melihat kesuksesan Thailand dalam pengembangan kawasan agrobisnis, tim pengembangan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara selama 28 Agustus hingga 2 September lalu sempat melakukan studi banding ke Thailand. “Salah satu yang masih harus dibenahi jika kami ingin berhasil seperti Thailand adalah persoalan infrastruktur, terutama infrastruktur di pedesaan yang menjadi basis produksi komoditi utama kawasan agropolitan Bukit Barisan,” ujar Nainggolan.

Delapan kabupaten yang masuk dalam kawasan agropolitan Bukit Barisan, yakni Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara. Nainggolan mengakui, kondisi infrastruktur di delapan kabupaten tersebut sangat berbeda-beda.

Beberapa kabupaten memiliki infrastruktur jalan yang cukup bagus, sementara lainnya dalam kondisi banyak yang rusak. Demikian halnya dalam hal wilayah pedesaan yang sudah dialiri listrik. Ada beberapa daerah yang wilayah pedesaannya masih belum mendapatkan aliran listrik seperti Pakpak Bharat dan Humbang Hasundutan.

Sebagai langkah awal, penentuan komoditi unggulan sudah dilakukan. Kabupaten Karo misalnya, komoditi unggulan yang dikembangkan dalam program kawasan agropolitan Bukit Barisan ini adalah jeruk siam madu, jagung dan ikan nila. Dairi mengembangkan jagung dan ikan nila. Simalungun mengembangkan komoditi jagung, nenas dan ikan nila. Humbang Hasundutan mengembangkan kopi arabica dan ketela rambat.

“Jika infrastruktur di masing-masing daerah sudah bisa mendukung pengembangan kawasan agropolitan, dan setiap daerah bisa mengkoordinasikan pembangunan infrastrukturnya, langkah berikut yang bisa kami tiru dari Thailand adalah pemberian kredit mikro untuk petani. Ini yang sekarang sedang kami gagas. Beberapa daerah seperti Tapanuli Utara telah memberi penyertaan modal ke Bank Sumut yang nantinya kembali dalam bentuk kredit mikro untuk petani di wilayahnya,” ujar Nainggolan.

Sumber : www.kompas.co.id
Kredit foto : fapertaumy.files.wordpress.com


Read : 3.361 time(s).

Write your comment !