Monday, 21 April 2014   |   Monday, 20 Jum. Akhir 1435 H
Online Visitors : 344
Today : 17.180
Yesterday : 16.609
Last week : 148.067
Last month : 2.006.207
You are visitor number 96.616.646
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

22 agustus 2008 08:14

BPSNT Pontianak Tumbuhkan Kesadaran Multikulturalisme Melalui Kongres Budaya

BPSNT Pontianak Tumbuhkan Kesadaran Multikulturalisme Melalui Kongres Budaya
Rumah Melayu Kalimantan Barat, di Pontianak.

Yogyakarta, MelayuOnline.com – Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Pontianak akan menggelar Kongres Budaya Kalimantan Barat dengan mengangkat tema “Identitas Budaya Kalimantan Barat dalam Masyarakat Majemuk”. Rencananya, kongres tersebut akan dilangsungkan selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Agustus 2008 di Hotel Orchad Jalan Gajah Mada Pontianak, dengan menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Dr. Mukhlis Paeni (Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bidang Sosial, dan Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia), Dr. Budi Susanto, SJ (Antropolog dan Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), dan Prof. Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc (Sosiolog, Guru Besar Universitas Tanjungpura).

Kongres budaya ini diselenggarakan atas kesadaran bahwa Kalimantan Barat telah menjadi melting pot dimana beragam budaya hidup dan berkembang. Untuk itu, setiap anggota masyarakat, dari latar belakang budaya apapun dituntut untuk menumbuhkan sikap toleran dan terbuka terhadap budaya lain demi menjaga kohesifitas sosial. Namun sayang, kemajemukan masyarakat Kalimantan Barat terkadang ternodai oleh konflik-konflik yang bernuansa etnis maupun politis. Nilai-nilai luhur setiap budaya nampaknya belum terinternalisasi secara sempurna oleh masing-masing pemilik budaya, sehingga tidak teraplikasi dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari.

Menyadari akan urgensi penguatan wacana multikulturalisme di Kalimantan Barat, maka BPSNT berinisiatif menyelenggarakan kongres budaya dengan tujuan, di antaranya: meningkatkan kesadaran dan sikap inklusif terhadap keberagaman budaya di Kalimantan Barat, dan membangun identitas bersama di Kalimantan Barat dengan bingkai persatuan dalam keberagaman.

Kongres ini akan membahas beragam isu, seperti kearifan dan pengetahuan lokal, bahasa dan sastra lokal, posisi hukum adat di dalam hukum positif dan di tengah masyarakat Kalimantan Barat yang multikultur, serta revitalisasi dan pelestarian benda-benda budaya dan sejarah.

Diperkirakan 200 peserta akan hadir dan berperan aktif selama kongres berlangsung. Pihak panitia telah mengundang berbagai pihak yang berkompeten yang terdiri dari pejabat pemerintah, akademisi, sastrawan, pelaku seni, hingga budayawan, termasuk Mahyudin Al Mudra, SH., MM, pendiri dan pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM).

(Ali Rido/brt/19/08-08)     


Read : 2.433 time(s).

Write your comment !