Minggu, 26 Oktober 2014   |   Isnain, 2 Muharam 1436 H
Pengunjung Online : 768
Hari ini : 4.008
Kemarin : 20.528
Minggu kemarin : 160.551
Bulan kemarin : 802.699
Anda pengunjung ke 97.274.606
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Hikayat Seribu Satu Malam

a:3:{s:3:

Karya ini muncul pada Zaman Pertengahan, dan menurut legenda siapa saja yang membaca seluruh tulisan ini akan menjadi gila. Hikayat ini sangat populer sehingga banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Ringkasan Hikayat Seribu Satu Malam

Hikayat ini menceritakan dua orang adik-kakak yang bernama Raja Shahriar dan Raja Shah Zaman. Kedua raja ini mempunyai istri yang tidak jujur kepada suaminya. Pada suatu hari Raja Shah Zaman menyelinap masuk ke dalam kamar untuk membuktikan ketidakjujuran istrinya. Ia mendapati istrinya tidur bersama seorang hamba yang berasal dari bangsa Habsyi. Mengetahui akan perbuatan istrinya, maka beliau marah besar dan langsung membunuh istrinya dan hamba tersebut.

Raja Shahriar mengetahui apa yang terjadi pada Raja Shah Zaman dan tak lama kemudian Raja Shahriar mengalami nasib yang sama, istrinya tidur bersama lelaki lain. Karena marahnya, Raja Shahriar ingin membunuh istrinya dan laki-laki yang bersamanya namun beliau dicegah oleh Raja Shah Zaman. Beliau tidak mau kalau abangnya melakukan keputusan secara terburu-buru, yaitu membunuh istrinya dan laki-laki yang bersamanya. Beliau mencegah kemarahan abangnya.

Namun, kedua raja ini kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidup permaisuri dan dayang-dayangnya dengan cara memancung mereka. Kemudian keduanya pergi meninggalkan kerajaan untuk mengembara. Perasaan dendam mereka terhadap wanita tidak bisa terlupakan. Raja Shahriar mempunyai keinginan untuk menikah dengan setiap wanita namun selepas malam pertama, wanita itu kemudian dibunuh. Hal ini terjadi sampai berulang-ulang kali sampai pada suatu saat Raja Shahriar menitahkan kepada menterinya untuk mempersembahkan anak gadisnya. Kebetulan menteri tersebut mempunyai dua anak gadis, yang sulung bernama Shahrazad dan yang bungsu bernama Duniazad.

Shahrazad merasa kasihan melihat ayahnya yang sangat bersedih, maka ia menyetujui apa yang menjadi kehendak raja. Di balik keputusan itu, Shahrazad merancang cara untuk terbebas dari rencana pembunuhan terhadap dirinya dengan dibantu oleh adiknya, Duniazad. Shahrazad adalah wanita yang pandai dan berakal budi. Ia banyak mempelajari sejarah raja-raja dan sastra. Shahrazad mau menikah dengan raja namun harus diluluskan permintaannya oleh raja, yaitu setelah Duniazad sampai di istana maka adiknya itu harus diperbolehkan bertemu dengannya karena itu adalah pertemuan mereka yang terakhir.

Kemudian pada saat pernikahan, adiknya datang dengan siasat yang telah mereka rencanakan. Pada saat bertemu, adiknya menangis tiada henti-hentinya dan Shahrazad mencoba menenangkan serta menghiburnya dengan bercerita sepanjang hari sampai melewati malam-malam pertama. Raja Shahriar pun mendengarkan apa yang diceritakannya sehingga tidak ada kesempatan untuk membunuhnya.

Raja Shahriar akhirnya mendengarkan cerita-cerita dari Shahrazad, karena cerita-cerita itu sangat menarik dan menyadarkannya untuk tidak membunuh. Akhirnya, Sang Raja tidak jadi membunuhnya dan gadis-gadis di daerah itu terselamatkan dari ancaman kematian. Shahrazad akhirnya menjadi istri raja yang disenangi rakyatnya.

(FX. Indrojiono/sas/7/10/08)

Daftar Pustaka

Dibaca : 25.476 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password