Kamis, 31 Juli 2014   |   Jum'ah, 3 Syawal 1435 H
Pengunjung Online : 519
Hari ini : 201
Kemarin : 19.543
Minggu kemarin : 121.346
Bulan kemarin : 128.832
Anda pengunjung ke 96.964.187
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Tari Makan Sirih: Tari Tradisional Melayu untuk Menyambut Tamu

Tari Makan Sirih adalah salah satu tari tradisional atau tari klasik Melayu yang umumnya dipentaskan untuk menyambut dan dipersembahkan untuk menghormati tamu agung yang datang.

1. Asal-usul

Tari Makan Sirih hingga kini masih sering dipertunjukkan dalam perhelatan-perhelatan besar untuk menyambut tamu. Oleh karena itu, tari ini disebut juga dengan Tari Persembahan Tamu. Adanya tari penyambutan untuk tamu menunjukkan bahwa, orang Melayu sangat menghargai hubungan persahabatan dan kekerabatan (Haji Tengku M. Lah Husny, 2001).  

Gerakan Tari Makan Sirih umumnya menggunakan gerakan pada Tari Lenggang Patah Sembilan. Meskipun demikian, ada perbedaan nama gerakannya di mana untuk Tari Makan Sirih hanya terdapat 2 gerakan saja, yaitu gerakan lenggang patah sembilan tunggal dan ganda. Sedangkan pada Tari Lenggang Patah Sembilan terdapat 3 bagian gerakan, yaitu lenggang di tempat, lenggang memutar satu lingkaran, dan lenggang maju atau berubah arah (Tengku Mira Sinar, ed., 2009).  

Penari Tari Makan Sirih ini harus memahami istilah-istilah khusus dalam tarian Melayu, seperti igal (menekankan pada gerakan tangan dan badan), liuk (gerakan menundukkan atau menganyunkan badan), lenggang (berjalan sambil menggerakkan tangan), titi batang (berjalan dalam satu garis bagai meniti batang), gentam (menari sambil menghentakkan tumit kaki), cicing (menari sambil berlari kecil), legar (menari sambil berkeliling 180 derajat), dan lainnya (Sinar, ed., 2009).  

2. Penari dan Busana 

Tari Makan Sirih pada umumnya ditarikan oleh pasangan muda-mudi. Namun, pada perkembangannya tari ini juga dapat ditarikan oleh pasangan yang lebih tua. Untuk busana, penari Tari Makan Sirih umumnya memakai busana adat khas Melayu lengkap, yakni celana, baju, dan kopiah untuk laki-laki, serta kebaya, selendang, dan hiasan kepala bagi perempuan.  

3. Musik Pengiring

Tari Makan Sirih termasuk tari yang bertema gembira. Tari ini diriingi oleh musik khas Melayu yang rancak serta lagu Makan Sirih yang penggalan liriknya berbunyi sebagai berikut:

    Makan sirih ujunglah ujungan aduhai lah sayang
    Kurang lah kapur tambah lah ludah

     
    Hidupku ini untunglah untungan aduhai lah sayang
    Sehari lah senang seharilah susah
     

4. Ragam Gerak

Dengan iringan lagu Melayu, suasana dan aroma Melayu begitu kental dalam tarian ini. Ragam gerakan tari Makan Sirih berjumlah 8 gerakan, yang terdiri dari 14x8 ketukan. Gerak lenggang secara umum dibagi atas 3, yaitu lenggang di tempat, lenggang maju mengubah arah, dan lenggang memutar satu lingkaran. Sementara itu, gerak patah sembilan adalah gerakan setelah gerakan lenggang. Pada bagian patah sembilan, terdapat hitungan bantu yang biasanya dilafalkan dengan kata hop yang berarti jeda sejenak (Sinar, ed., 2009). Ragam gerak antara penari di sebelah kanan dan kiri secara umum sama, hanya berbeda dalam gerakan pertamanya saja. Berikut ini adalah penjelasannya:

a. Gerak Patah Sembilan Tunggal

    Gerak Kaki

    Hitungan satu, kaki kanan - dua, kaki kiri - tiga, kaki kanan - empat, kaki kiri - lima, kaki kanan diantarkan serong kanan, di antara bilangan lima dengan enam, kaki kiri menyusul tanpa ketukan di belakang tumit kaki kanan dan pada bilangan enam, kaki kanan ditarik/ disejajarkan dengan kaki kiri. Selanjutnya pada bilangan tujuh kaki kiri diantarkan serong kiri, di antara bilangan tujuh dengan delapan kaki kanan menyusul tanpa ketukan di belakang tumit kaki kiri dan pada bilangan delapan kaki kiri ditarik/disejajarkan dengan kaki kanan.

    Gerak Tangan

    Pada hitugan 1 sampai 4 melenggang biasa (seperti jalan biasa). Pada bilangan 5 tangan kanan diangkat setinggi bahu/telapak tangan ditelungkupkan, tangan kiri (pria) kecak pinggang, (tangan kiri wanita memegang selendang di samping/di sisi paha kiri) di antara bilangan lima dengan enam tangan kanan dikepalkan dan ditelentangkan, bilangan enam kepalan dilepaskan, ditelungkupkan ujung jari menghadap ke atas dan diturunkan. Pada bilangan 7 dan 8, gerakannya sama dengan hitungan 5 dan 6 hanya menggunakan tangan kiri.

b. Gerak Patah Sembilan Ganda

    Gerak Kaki

  Gerakan kaki sama dengan gerak Patah Sembilan Tunggal.

  Gerak Tangan

    Hitungan 1-4 sama dengan gerak tangan Lenggang Patah Sembilan Tunggal, hitungan 5 - tangan kanan diangkat setinggi bahu, telapak tangan ditelungkupkan lalu dikepalkan, kepalan ditelentangkan dan dilepaskan/ditelungkupkan ujung jari menghadap ke atas dan diturunkan. Di antara bilangan 5 dan 6 tangan kiri diangkat setinggi bahu, telapak tangan telungkupkan ujung jari menghadap ke arah atas, lalu diturunkan. Bilangan 7 dan 8 gerakannya sama dengan hitungan 5 dan 6, hanya dimulai dengan tangan kiri dan kaki kiri.

    Gerak Tangan A:

    Pada bilangan 5 tangan kanan diangkat serong kanan, tangan ditelungkupkan (telapak tangan menghadap bawah), di antara bilangan 5 dan 6 putar telapak tangan hingga menghadap atas dan dikepalkan/diputar arah bawah, bilangan 6 kepalan dilepaskan (ujung jari menghadap ke atas) dan diturunkan, pada bilangan 7 dan 8 gerakannya sama, dimulai dengan tangan kiri dan arah serong kiri.

    Gerak Tangan B:

    Pada bilangan 5 tangan kanan diangkat arah depan (tangan ditelungkupkan, telapak tangan menghadap bawah), di antara bilangan 5 dan 6 putar telapak tangan hingga mengahadap ke atas dan dikepalkan/putar arah bawah, bilangan 6 kepalan dilepaskan ujung jari menghadap ke atas dan diturunkan. Pada bilangan 7 dan 8 gerakannya sama hanya dimulai dengan tangan kiri.

  Gerak Tangan C:

    Gerakan ini sama dengan gerak A, bedanya pada gerakan C ini dilakukan dengan satu hitungan. 5, tangan kanan - 6, tangan kiri - 7, tangan kanan. Di antara 7 dan 8 tangan kiri, 8 tangan kanan.

  Gerak Tangan D:

    Pada bilangan 5 tangan kanan diangkat serong kanan, tangan ditelungkupkan. Telapak tangan menghadap ke bawah. Di antara bilangan 5 dan 6 putar telapak tangan hingga menghadap atas dan dikepalkan/diputar arah bawah. Bilangan 6 kepalan dilepasakan ujung jari menghadap atas dan diturunkan. Pada bilangan 7 tangan kanan disilangkan di atas tangan kiri arah depan (ujung jari tangan kanan menghadap bawah dan telapak tangan menghadap atas, sedangkan ujung jari tangan kiri menghadap atas dan telapak tangan ke depan), di antara bilangan 7 dan 8 tangan kanan dan tangan kiri digenggam sambil berputar. Hitungan 8 tangan kanan dan kiri melakukan gerakan Patah Sembilan arah lurus ke depan.

  Gerak Kaki AA:

    Pada bilangan 5, kaki kanan serong arah kanan, di antara bilangan 5 dan 6 kaki kiri disilangkan di belakang kaki kanan. Badan miring arah kanan (berhadapan dengan pasangan), hitungan 6, 7, 8, kaki tidak bergerak. Pada hitungan 5 sampai 8, tangan melakukan gerakan Patah Sembilan.

  Gerak Kaki BB:

    Disebut juga gerak zik-zak, hitungan 1 kaki kanan serong kanan, hitungan 2 kaki kiri silang di belakang kaki kanan, hitungan 3 sama dengan hitungan 1. Hitungan 4 sama dengan hitungan 2. Tangan melenggang sesuai dengan langkah kaki, hitungan 5 sampai 8 melakukan gerakan Lenggang Patah Sembilan (gerakan tukar tempat).

  Ragam Garis Edar:

    Wanita duduk menghadap ke muka, lelaki berdiri menghadap wanita.

5. Nilai-nilai

Tari Makan Sirih mengandung nilai-nilai luhur antara lain:

  1. Disiplin dan kesabaran. Nilai ini tercermin dari ragam gerak tari yang harus dipelajari dengan kedisiplinan dan kesabaran agar dapat menguasai tari ini dengan baik. Salah satu syarat untuk dapat menarikan tari Melayu adalah sang penari dapat menjiwai setiap gerakan, bukan hanya sekadar melenggang saja.   
  2. Hiburan. Tari Makan Sirih menampilkan gerakan yang indah dan alunan musik yang gembira. Tamu akan merasa terhibur jika disambut dengan tari ini. 
  3. Pelestarian budaya. Pementasan tari ini dalam setiap pembukaan acara merupakan upaya pelestarian budaya Melayu. Ketika mementaskan tari ini, sebenarnya ada tiga hal yang dilestarikan, yaitu tari, lagu, dan busana Melayu.
  4. Seni. Sisi seni Tari Makan Sirih terdapat pada unsur gerak, pakaian, musik pengiring, dan lagu-lagu yang dilantunkan. Unsur-unsur ini berpadu sehingga membentuk sebuah harmoni yang terwujud dalam pentas Tari Makan Sirih.
  5. Olahraga. Nilai ini tampak sekali dari gerakan-gerakan Tari Makan Sirih yang ritmis dan dinamis. Hal ini tentu saja sangat memerlukan kesiapan fisik penarinya. Kekuatan, ketahanan, dan kelenturan tubuh penari sangat diperlukan untuk melakukan ragam gerak tari Makan Sirih yang indah dan penuh semangat.
  6. Kreativitas. Nilai ini tercermin dari ragam gerak yang mencerminkan kreativitas orang Melayu dalam mengekspresikan keindahan.

6. Penutup

Keberadaan Tari Makan Sirih mencerminkan bagaimana orang Melayu berusaha menghormati sekaligus menciptakan suasana kekeluargaan terhadap para tamu. Kandungan ajaran budi pekerti Melayu ini mengisyaratkan pentingnya melestarikan Tari Makan Sirih.

(Yusuf Efendi/Bdy/93/10-2011) 

Referensi 

Haji Tengku M. Lah Husny, 2001. Identitas Tari Melayu Tradisional. Makalah Lokakarya Lembaga Pengembangan Kesenian Melayu-Sumatera Timur, Provinsi DKI Jakarta. 

Tengku Mira Sinar (ed.). 2009. Teknik Pembelajaran Dasar Tari Tradisional Melayu Karya Almarhum Guru Sauti. Medan: Yayasan Kesultanan Serdang bekerjasama dengan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta.

Dibaca : 16.338 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password