Selasa, 30 September 2014   |   Arbia', 5 Dzulhijah 1435 H
Pengunjung Online : 2.572
Hari ini : 18.435
Kemarin : 27.374
Minggu kemarin : 213.903
Bulan kemarin : 677.761
Anda pengunjung ke 97.176.016
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Karet Penci: Permainan Tradisional Melayu dari Bangka Belitung

Karet Penci adalah salah satu jenis permainan tradisional Melayu dari Bangka Belitung dan beberapa daerah Melayu serumpun lainnya. Permainan Karet Penci biasanya dimainkan oleh anak-anak lelaki yang dilakukan pada setiap sore hari menjelang petang untuk mengisi waktu luang.

1. Asal-usul

Bagi anak-anak, bermain merupakan sebuah kesenangan bahkan menjadi dunia tersendiri. Anak-anak akan tumbuh dan berkembang secara alamiah jika sudah mengenal berbagai permainan sejak dini. Permainan yang dimaksud adalah permainan tradisional yang berpotensi lebih membuka peluang untuk berinteraksi dengan orang lain ketimbang permainan modern, semisal video game dan lain sebagainya, yang lebih cenderung bersifat individual. Permainan tradisional juga sangat berguna bagi perkembangan fisik maupun mental seorang anak, juga sebagai sarana pengembangan daya imajinasi serta kreativitas.

Kreativitas sangat dibutuhkan dalam semua kegiatan manusia yang seharusnya telah dibiasakan atau dipupuk sejak kecil. Orang yang tidak kreatif kemungkinan besar akan mengalami kesulitan dalam menghadapi kerasnya kehidupan, apalagi di era modern seperti sekarang ini di mana naluri kreatif sangat diperlukan. Oleh karena itu, kreativitas sangat penting untuk dikembangkan di dalam diri anak sejak usia dini. Kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi untuk membantu pembentukan karakter atau identitas diri. Dalam diri anak-anak perlu dikenalkan dengan proses kreatif supaya anak menjadi cekatan dalam berpikir dan mengambil keputusan serta mampu mencetuskan gagasan baru.

Beberapa jenis permainan tradisional Melayu juga bisa menjadi media untuk melatih kreativitas anak. Lagipula, permainan tradisional adalah salah satu wujud warisan kekayaan budaya yang memiliki nilai-nilai luhur yang berguna bagi perkembangan anak. Permainan tradisional mempunyai hubungan yang erat dengan perkembangan intelektual, sosial, emosi, dan kepribadian anak. Salah satu permainan tradisional asli Melayu yang bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas anak adalah permainan Karet Penci. Proses kreativitas dalam permainan Karet Penci tampak pada sarana atau peralatan yang digunakan, yaitu karet gelang. Karet gelang memang berdaya guna untuk keperluan sehari-hari, seperti untuk mengikat bungkusan, mengikat rambut, dan lain sebagainya, sehingga dapat dengan mudah ditemukan dan diperlakukan sedemikan rupa untuk sarana permainan.

Karet gelang memang sering dijadikan untuk alat permainan karena benda ini sangat elastis sehingga bisa dimainkan dengan berbagai cara, misalnya dengan menggunakan tangan. Permainan tradisional Melayu Karet Penci hingga kini masih sering dimainkan oleh anak-anak yang bermukim di Provinsi Bangka Belitung, juga di banyak tempat di kawasan rumpun Melayu lainnya dan daerah-daerah di Nusantara pada umumnya.

Seperti jenis permainan khas Melayu lainnya yang tersebar di berbagai wilayah dengan sebutan yang berbeda-beda, permainan Karet Penci ini boleh jadi mempunyai nama penyebutan yang tidak sama di setiap daerah namun pada intinya memiliki tata cara, aturan, dan pola permainan yang tidak terlalu berbeda. Asal-usul mengenai kapan pertamakali permainan Karet Penci dimainkan dan berasal dari mana memang belum diketahui secara pasti, namun yang jelas, permainan Karet Penci sudah dikenal luas di kalangan anak-anak Melayu, terutama bagi mereka yang masih bermukim di daerah-daerah yang belum terhegemoni oleh permainan modern dari luar.

2. Peralatan dan Peserta Permainan

Permainan tradisional Melayu dari Bangka Belitung yang dikenal degan sebutan permainan Karet Penci membutuhkan peralatan utama berupa karet gelang. Karet gelang sering digunakan sebagai salah satu alat yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga karet ini masih cukup mudah didapat. Jikapun harus membeli, harga karet gelang sangat terjangkau, cuma dengan beberapa ratus rupiah saja sudah bisa memperoleh karet gelang dalam jumlah yang cukup banyak.

Sedangkan mengenai pesertanya, permainan tradisional anak-anak Melayu Karet Penci ini didominasi oleh anak laki-laki, pada rentang umur antara usia Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMP) atau ketika anak menjelang usia remaja. Permainan Karet Penci bersifat kompetisi yang dimainkan dengan mekanisme perlombaan personal. Dengan kata lain, masing-masing peserta akan bertarung atau berlomba dengan peserta lainnya, atau bukan dimainkan secara berkelompok.

3. Waktu dan Tempat Permainan

Waktu yang sering digunakan oleh anak-anak di Bangka Belitung untuk memainkan permainan tradisional Melayu Karet Penci adalah ketika selepas siang hari, yakni pada sore hari menjelang petang ketika sinar matahari tidak begitu menyengat lagi. Permainan Karet Penci akan berakhir saat hari mulai gelap atau menjelang adzan Maghrib. Sedangkan tempat yang biasanya digunakan untuk memainkan permainan Karet Penci adalah di tanah lapang, ladang kosong, pekarangan atau di halaman rumah. Sebenarnya, untuk memainkan permainan Karet Penci tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas sehingga bisa dimainkan di mana saja asalkan terdapat tempat yang dirasa mencukupi.

4. Aturan dan Tata Cara Permainan

Telah dijelaskan di atas bahwa karet gelang dapat dimainkan dengan banyak cara untuk melatih kreativitas anak-anak. Demikian pula dalam permainan khas Melayu Karet Penci yang menggunakan karet gelang sebagai peralatan utamanya. Permainan Karet Penci dapat dimainkan dengan berbagai macam cara, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Cara I
    • Setiap peserta permainan Karet Penci mengumpulkan karet gelang dalam jumlah tertentu yang akan dijadikan sebagai semacam bahan taruhan. Seluruh karet gelang yang akan dipertaruhkan itu diletakkan di lantai atau di tanah dengan diberi garis pembatas. Selain karet gelang yang dipertaruhkan, masing-masing peserta juga telah mempersiapkan satu atau lebih karet gelang yang akan digunakan untuk menjepret.
    • Dari jarak yang sudah ditentukan dan disepakati bersama, semua peserta kemudian mengadakan pertandingan dengan cara membetotkan atau menjepretkan karet gelang yang sudah dipasang di tangan dan dibidikkan ke arah karet-karet gelang yang diletakkan di lantai atau di tanah sebagai taruhan.
    • Karet gelang yang digunakan untuk menjepret juga memiliki aturan tertentu. Ada yang menerapkan aturan bahwa hanya satu karet gelang saja yang digunakan untuk menjepret sasaraan, namun ada pula yang memakai aturan dengan membolehkan beberapa karet gelang dijadikan satu dan kemudian menggunakan kertas yang dilipat-lipat sebagai “peluru” untuk menjepret.
    • Giliran untuk menjepret dilakukan dengan cara pengundian oleh semua peserta permainan, bisa dengan cara melakukan hom pim pah atau dengan tata cara pengundian yang lainnya. Peserta yang menang undian berhak melakukan penjepretan yang pertama. Mula-mula, karet gelang atau kertas “peluru” direntangkan dengan sasaran ke arah kumpulan karet gelang taruhan yang diletakkan di lantai atau di tanah tadi. Karet gelang taruhan itu telah diberi garis batas, biasanya berupa lingkaran, di mana di dalam lingkaran itulah karet gelang taruhan ditempatkan.
    • Peserta pertama mulai menjepret ke arah sasaran dari jarak yang telah ditentukan. Banyaknya karet gelang yang berhasil kena jepretan sehingga keluar dari lingkaran pembatas itulah yang kemudian berhak dimiliki oleh sang penjepret. Di sini dibutuhkan kejelian dan ketepatan dalam membidik sehingga hasil yang diperoleh pun semakin banyak. Demikian seterusnya di mana peserta lainnya juga melakukan hal yang sama sesuai dengan urutan hasil undian. Peserta yang paling tepat membidik dan paling banyak memperoleh karet gelang taruhan ditetapkan sebagai pemenang.
  2. Cara II
    • Cara memainkan permainan Karet Penci yang lainnya adalah dengan cara menggunakan media papan dinding pada rumah papan. Orang Melayu zaman dulu, atau yang tinggal di daerah pedesaaan, masih menggunakan papan sebagai bahan untuk dinding rumah. Papan dinding rumah itulah yang digunakan untuk media permainan Karet Penci. Di dinding rumah berbahan papan itu, ditancapkan sebatang lidi atau batang kayu kecil yang akan digunakan sebagai tempat sasaran, yaitu untuk meletakkan kumpulan karet gelang dalam jumlah yang telah disepakati oleh semua peserta sebagai taruhan permainan.
    • Sebelum permainan dimulai, diadakanlah undian terlebih dulu untuk menentukan peserta yang berhak memulai permainan di urutan pertama. Setelah pengundian selesai dilakukan dan urutan peserta telah ditentukan, maka peserta yang menang undian berhak memulai permainan. Aturan permainan hampir sama dengan Cara I di mana peserta menggunakan seutas karet gelang atau lipatan kertas kecil yang akan dijadikan sebagai “peluru” dan dijepretkan dengan menggunakan himpunan karet gelang.
    • Penentuan pemenang pun hampir sama dengan Cara I. Bedanya, jika pada Cara I kumpulan karet gelang yang dipertaruhkan diletakkan di atas lantai atau di tanah yang telah diberi garis pembatas, dan pemenang ditentukan dari banyaknya karet gelang yang berhasil dibidik sehingga keluar dari garis pembatas, maka cara penentuan pemenang pada Cara II ini adalah peserta yang mampu paling banyak menjatuhkan karet gelang taruhan yang dikaitkan di sebatang lidi atau batang kayu kecil dan ditancapkan di dinding tadi.
  3. Cara III
    • Cara yang berikutnya untuk memainkan permainan Karet Penci adalah dengan menggunakan kaleng bekas sebagai tempat untuk meletakkan taruhan yang berupa karet gelang yang sudah disepakati jumlahnya oleh semua calon peserta permainan. Karet-karet gelang itu diletakkan di atas kaleng kosong yang ditelungkupkan kemudian diberi garis pembatas yang biasanya berbentuk lingkaran yang digambar memutari kaleng kosong tersebut.
    • Sama seperti Cara I dan Cara II, diadakan undian terlebih dulu sebelum permainan dimulai untuk menentukan peserta yang berhak memulai permainan di urutan pertama. Setelah pengundian selesai dilakukan dan urutan peserta telah ditentukan, maka peserta yang menang undian berhak memulai permainan.
    • Berbeda dengan Cara I dan Cara II yang menggunakan karet gelang atau lipatan kertas kecil sebagai “peluru” untuk membidik sasaran, Cara III menggunakan alat bidik berupa batu. Pemenang undian memperoleh kesempatan pertama untuk melemparkan batu ke arah kaleng kosong yang telah diberi lingkaran pembatas di mana di sanalah karet-karet gelang taruhan ditempatkan.
    • Barangsiapa yang berhasil mengenai kaleng kosong dengan tepat dan membuat karet-karet gelang taruhan keluar dari lingkaran batas, maka karet-karet gelang yang di luar lingkaran pembatas itu berhak dimiliki oleh si pelempar. Peserta yang paling banyak memperoleh karet gelang taruhan, maka dialah yang keluar sebagai pemenang dalam permainan itu.
  4. Cara IV 
    • Cara IV adalah cara yang paling mudah dan sederhana dalam memainkan permainan Karet Penci karena tidak membutuhkan peralatan tambahan seperti yang diperlukan dalam tiga cara lainnya. Pertama-tama, dibuatlah lingkaran sebagai garis pembatas dan di situ ditempatkanlah karet-karet gelang dengan jumlah yang telah disepakati oleh semua peserta sebagai taruhan. Sebaiknya karet-karet gelang taruhan itu disebar di dalam garis pembatas dengan sedemikian rupa sehingga tidak berkumpul di satu tempat saja.
    • Seperti biasa, sebelum permainan dimulai, dilakukan undian terlebih dulu untuk menentukan siapa yang berhak memulai permainan. Setelah peserta pertama berhasil ditentukan dengan undian, maka si peserta itu berhak melakukan lemparan yang pertama. Lemparan kali ini sangat sederhana karena tidak menggunakan peralatan tambahan, hanya memakai seutas karet gelang yang dilempar dari jarak yang sudah ditentukan.
    • Seutas karet gelang dilempar ke arah lingkaran pembatas yang sudah diisi dengan kumpulan karet taruhan. Lemparan peserta yang dengan tepat masuk ke dalam lingkaran pembatas dan mengenai karet-karet gelang taruhan, maka karet-karet gelang yang dikenai itulah yang berhak menjadi milik si pelempar. Peserta yang berhasil memperoleh karet gelang yang paling banyak, maka dialah yang ditetapkan sebagai jawara dalam permainan ini.

5. Keahlian Khusus

Dalam memainkan permainan tradisional Karet Penci sebenarnya diperlukan keahlian khusus, yakni kejelian dan ketepatan. Kejelian diperlukan ketika dilangsungkannya undian untuk menentukan urutan peserta permainan. Jika dalam undian seorang peserta memperoleh urutan pertama, maka kemungkinan ia untuk menang semakin besar. Namun, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh hasil undian saja, di sini kejelian pemain yang lebih penting. Kejelian yang dimaksud adalah bahwa peserta permainan harus mempunyai perhitungan yang matang ketika membidik sasaran untuk memperoleh hasil yang terbaik sehingga keluar sebagai pemenang.

6. Nilai-nilai

Banyak sekali nilai positif yang terkandung dalam permainan tradisional Karet Penci ini, antara lain sebagai berikut:

  • Memupuk kreativitas anak. Permainan tradisional Karet Penci termasuk dalam kategori permainan kreatif karena tidak memerlukan peralatan yang mahal dan hanya memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar, yakni karet gelang. Dengan demikian, memainkan permainan Karet Penci dapat melatih kreativitas anak.
  • Melatih sportivitas. Permainan Karet Penci dmainkan dengan mekanisme perlombaan yang mempertandingkan antar peserta. Uniknya, perlombaan tersebut dilakukan setelah melalui undian sehingga yang berhak melakukan “serangan” pertama adalah peserta yang memenangkan undian. Dalam konteks ini, permainan Karet Penci mendidik anak-anak untuk berlaku sportif dengan menghormati hasil undian dan bisa menerima kekalahan.
  • Menjalin keakraban dalam pergaulan. Karet Penci merupakan permainan yang bersifat kompetisi, diperlukan dua orang atau lebih untuk melakukan permainan ini. Semakin banyak peserta, semakin seru pula jalannya permainan. Kebutuhan peserta yang harus jamak ini membuat permainan Karet Penci menjadi ajang menjalin keakraban dalam pergaulan antar kawan.
  • Menjaga kelestarian budaya. Permainan tradisional Karet Penci merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia. Dengan tetap memainkan permainan Karet Penci, maka secara tidak langsung juga merupakan wujud melestarikan tradisi dan menjaga nilai-nilai budaya bangsa sendiri.

7. Penutup

Permainan tradisional Karet Penci adalah salah satu jenis permainan anak-anak yang merupakan warisan budaya Melayu dan Nusantara. Oleh karena itu, sudah sewajarnya apabila permainan tradisional semacam ini terus dilestarikan supaya jatidiri bangsa tidak luntur, kendati gelombang globalisasi beserta produk-produknya, termasuk jenis permainan modern, semakin deras menerjang.

(Iswara N Raditya/Bdy/01/10-2011)

Sumber Foto: http://www.antarafoto.com

Dibaca : 8.854 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password