Sabtu, 25 Oktober 2014   |   Ahad, 1 Muharam 1436 H
Pengunjung Online : 1.748
Hari ini : 12.696
Kemarin : 21.567
Minggu kemarin : 160.551
Bulan kemarin : 802.699
Anda pengunjung ke 97.271.105
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Kerajaan Rokan

a:3:{s:3:

1. Sejarah

Kerajaan Rokan berdiri pada abad ke-14 M. Pusat kerajaan berada di Kota Lama, Rokan. Nama kerajaan diambil dari sebuah sungai yang mengalir di daerah tersebut, yaitu Sungai Rokan. Sungai Rokan merupakan salah satu sungai besar yang mengalir di bagian utara Riau daratan. Hingga saat ini, sungai ini masih memainkan peranan penting sebagi jalur perhubungan antara rakyat daerah pantai dan pedalaman.

Menurut suatu riwayat, kata Rokan berasal dari bahasa Arab rokana, artinya damai atau rukun. Konon, nama ini merupakan refleksi dari keadaan rakyat yang selalu rukun dan mementingkan kedamaian, baik dengan sesama penduduk negeri, maupun dengan orang luar negeri. Dari nama tersebut yang menunjukkan adanya pengaruh Arab, juga bisa disimpulkan bahwa, Kerajaan Rokan berdiri setelah Islam masuk ke kawasan tersebut.

Dalam sejarahnya, Rokan termasuk kerajaan yang cepat berkembang, berkat hasil rempah-rempah yang dimilikinya, dan juga relasi perdagangannya dengan negeri lain, seperti Malaka. Bahkan, Raja Malaka, Mahmud Syah menjalin hubungan kekerabatan dengan Rokan, dengan  memperistri putri Raja Rokan, dan menjadikannya sebagai permaisuri. Dengan demikian, hubungan antara Malaka dan Rokan jadi semakin erat.

Dari perkawinan Mahmud Syah dengan putri Raja Rokan, lahir kemudian seorang anak yang bernama Ibrahim. Setelah Mahmud Syah wafat, Ibrahim sempat menjadi raja di Malaka selama 1 tahun 5 bulan. Namun, Raja Ibrahim kemudian dibunuh oleh Raja Kasim Muhammad Syah, saudara seayah dari ibu asli Malaka.

Sejak Malaka dikalahkan Portugis, Kerajaan Rokan mengalami kemunduran, karena terus mendapatkan ancaman dari Aru dan Aceh bagian utara. Menurut sejarah, kehancuran Rokan akibat dari serangan Aceh. Namun, ketika Rokan menghilang, muncul kerajaan baru menggantikannya, yaitu Kerajaan Pekaitan dan Batu Hampar.

Setelah Kerajaan Pekaitan dan Batu Hampar lenyap, kemudian muncul  tiga  kerajaan  lagi di bagian hilir Sungai Rokan, yaitu: Kerajaan Kubu dengan ibunegeri Teluk Merbabu; Kerajaan Bangko dengan ibunegeri Bantaian; dan Kerajaan Tanah Putih dengan ibunegeri Tanah Putih. Sementara di bagian hulu, muncul lima kerajaan yang diperintah secara turun-temurun oleh bangsawan raja. Lima kerajaan tersebut adalah:

  1. Kerajaan Tambusai, ibunegerinya Dalu-dalu,
  2. Kerajaan Rambah, ibunegerinya Pasir Pengaraian,
  3. Kerajaan Kepenuhan, ibunegerinya Koto Tengah,
  4. Kerajaan Kunto Dar el-Salam, ibunegerinya Kota Lama,
  5. Kerajaan Rokan, ibunegerinya Rokan IV Koto.

2. Silsilah

Slsilah raja Rokan belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada pendapat yang mengatakan bahwa, sebenarnya Raja Rokan adalah keturunan Sultan Sidi. Problem selanjutnya adalah, siapa dan dari mana Sultan Sidi ini juga tidak diketahui.

3. Periode Pemerintahan

(Dalam proses pengumpulan data)

4. Wilayah Kekuasaan

(Dalam proses pengumpulan data)

5. Struktur Pemerintahan

Dalam struktur pemerintahan, kekuasaan tertinggi berada di tangan raja. Untuk berhubungan dengan kelompok suku di masyarakat, raja mengangkat seorang pembantu yang bergelar Datuk Bendahara. Diduga, susunan pemerintahan di wilayah Rokan terpengaruh oleh sistem yang berkembang di Minangkabau dan Mandailing.

6. Kehidupan Sosial Budaya

Masyarakat Rokan disusun atas kelompok-kelompok suku, dan setiap suku dikepalai oleh pucuk suku. Kepala dari semua pucuk suku dipegang oleh Datuk Bendahara. Datuk Bendahara mendampingi raja dalam kerapatan adat. Dalam kehidupan sehari-hari, sistem sosial budaya masyarakat setempat menunjukkan adanya pengaruh kebudayaan Minangkabau, dan dalam tataran tertentu, Mandailing.

Kredit foto : Andy (
black@physics.its.ac.id)
Dibaca : 13.426 kali.

Komentar untuk "kerajaan rokan"

01 Okt 2012. nanangtanamal
bagus
01 Okt 2012. nanangtanamal
gi mana cara ngopi ni
09 Feb 2013. dwi hardiyanti
pertahankan adat melayu rokan jangan sampai hilang dikarenakan daerah tetangga.. melayu tetap melayu bukan minang atau jawa..jadi lebih bagusnya posting lebih banyak lagi dan lengkap tentang sejarah rokan sebenarnya biar anak muda sekarang paham jati dirinya. sukses trus...

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password