Close
 
Jumat, 24 Oktober 2014   |   Sabtu, 29 Dzulhijah 1435 H
Pengunjung Online : 1.672
Hari ini : 13.640
Kemarin : 19.177
Minggu kemarin : 160.551
Bulan kemarin : 802.699
Anda pengunjung ke 97.267.404
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

11 desember 2009 02:30

Olek-Olek Padang Desa Pulau Ingu

Olek-Olek Padang Desa Pulau Ingu

Benai, Riau - Masyarakat Desa Pulau Ingu Kecamatan Benai, mulai turun ke sawah. Ini ditandai dengan pelaksanaan olek-olek padang, Kamis (10/12). Olek-Olek padang ini, dihadiri langsung Bupati Kuansing H Sukarmis, Wakil Bupati Drs H Mursini MSi, serta beberapa asisten, kepala dinas, badan di lingkungan Pemkab Kuansing.

Ketua Panitia, Rismandianto menyebutkan, olek-olek padang kali ini, adalah yang kedua kalinya yang dilaksanakan masyarakat Desa Pulau Ingu, karena Maret lalu dilakukan Olek-olek Padang tahun 2009. Ini terkait dengan program pemerintah yang melaksanakan program tanam dua kali. Masyarakat Desa Pulau Ingu, sangat mendukung Olek-olek Padang.

Amir Husin Marhas salah seorang tokoh masyarakat Desa Pulau Ingu, mengatakan sebagai tradisi maka hewan ternak, kambing, kerbau, sapi dikandangkan. Atau yang memiliki padang pengembalaan di pagar di dalam padang pengembalaan.

“Mulai besok pagi, jangan ada lagi sapi, kerbau, kambing atau hewan ternak lainnya di ikat,’’ ujarnya. Selain itu, sikap dan perilaku, diperbaiki. Cucu kemenakan jangan sampai berbuat yang tercela. Desa Pulau Ingu memiliki empat buah handtraktor. Namun dari empat unit tersebut, hanya dua unit yang baik. Karenanya, ia berharap bantuan dua unit handtraktor.

Selain itu, Amir Husin minta perlebaran dan pengaspalan jalan di Desa Pulau Ingu menuju Rawang Binjai. Sehingga hasil angkutan padi bisa dibawa dengan menggunakan kendaraan roda empat. Camat Benai Erdiansyah SSos mengusulkan perbaikan jalan semenisasi desa yang ada sekarang.

Wakil Bupati Kuansing Drs H Mursini Msi menyebutkan, Kuansing sebagian masyarakatnya adalah petani. Mencermati data Dinas Tanaman (Distan), jumlah penduduk 318 ribu jiwa dengan produksi padi 39.680 ton gabah kering atau setara dengan 25.032 ton beras. Sementara kebutuhan beras mencapai 114 kg perjiwa/tahun.

Angka ini dinilai masih rendah. Ini dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana pertanian. Karena itu, Pemkab Kuansing terus berupaya untuk melaksanakan program untuk mendorong produksi padi. Yakni 25 kg per hektare bantuan bibit padi, memberikan bantuan pupuk, baik pupuk organik maupun non organik.

Melakukan perluasan sawah, pembangunan usaha tani, pembangunan jaringan usaha jaringan irigasi, pembangunan jaringan irigasi desa, pemberian bantuan handtraktor sebanyak 12 unit.

Pemkab Kuansing juga sudah menanda-tangani operasi Riau Makmur yang dilaksanakan secara bertahap lima tahun. Di Kuansing disebut dengan mananam basamo. Ini dimaksudkan produksi padi meningkatkan 5 persen per tahun. Selain itu, dilakukan percepatan musim tanam, sehingga dapat mempercepat tanam dua kali setahun. Dengan begitu, diharapkan Kuansing tidak lagi kekurangan beras setiap tahunnya.(dac)

Sumber: http://www.riaupos.com
Kredit Foto: http://angscript.wordpress.com


Dibaca : 2.090 kali.

Tuliskan komentar Anda !