Close
 
Selasa, 2 September 2014   |   Arbia', 7 Dzulqaidah 1435 H
Pengunjung Online : 2.190
Hari ini : 18.830
Kemarin : 20.556
Minggu kemarin : 167.818
Bulan kemarin : 677.761
Anda pengunjung ke 97.077.021
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 oktober 2007 06:41

TNI AL Tingkatkan Operasi di Selat Malaka, Ambalat dan Natuna

TNI AL Tingkatkan Operasi di Selat Malaka, Ambalat dan Natuna

Jakarta- TNI AL akan semakin meningkatkan operasi armada laut di Selat Malaka, Ambalat dan Natuna dalam mendukung diplomasi luar negeri pemerintah terhadap Malaysia.

Hal tersebut disampaikan oleh KSAL Laksamana Slamet Soebijanto usai perayaan Hari Kesehatan TNI AL, di lapangan Mako Brigif II Marinir, Cilandak, Jakarta, Selasa (9/10).

KSAL menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi semakin meningkatnya tensi hubungan Indonesia - Malaysia pascabeberapa kejadian seperti tertangkapnya alat sadap Malaysia oleh bea cukai Indonesia.

KSAL menjelaskan bahwa dengan luas lautan lebih besar dari daratan, tanpa AL yang kuat tentunya Indonesia akan selalu dilecehkan Malaysia.

Kehadiran TNI AL di laut merupakan isyarat untuk tidak dianggap enteng oleh negara tengga, yang sekaligus memberi dukungan pada pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri.

"Peristiwa Ambalat dan pelanggaran yang dilakukan Malaysia menyadarkan bahwa kita harus kuat. Kalau kita tidak kuat, kita akan dipandang rendah dan dilecehkan," ujar KSAL.

Secara riil, lanjut Slamet, gelar kekuatan AL dalam mendukung diplomasi versus Malaysia diwujudkan dengan kehadiran kapal TNI AL di titik rawan seperti di Selat Malaka, Ambalat dan Natuna.

"Lalu kita juga akan melakukan latihan puncak TNI AL Armada Jaya yang menjadi salah satu tolok ukur kekuatan dan kemampuan personel, bagaimana dia membuat rancangan suatu operasi yang besar," jelas KSAL.

Walau demikian, KSAL mengakui bahwa sebenarnya TNI AL masih membutuhkan dukungan untuk membangun kekuatan ideal yang mampu menangkal, melanjutkan, sekaligus memberi dukungan pada pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri.

"Misalnya penambahan personel, itu adalah satu tuntutan. Jumlah pulau kita itu 17 ribu, jika tidak dijaga, ya bagaimana nantinya. Kekuatan yang kita butuhkan tidak hanya kapal perang, namun juga personel," kata dia.

Ketika ditanya berapa besar estimasi kekuatan yang dibutuhkan TNI AL agar mampu menyokong diplomasi serta politik luar negeri pemerintah, KSAL mengatakan TNI AL setidaknya butuh kapal perang hingga 376 unit dari berbagai jenis.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya butuh untuk membangun armada di tiga kawasan yakni Barat, Tengah, dan Timur.

"Sedangkan untuk personel, idealnya 300 ribu. Sekarang personel kita hanya 67 ribu orang. Ini tentu akan secara bertahap kita kembangkan sesuai anggaran kita," jelas dia.

Dalam UU TNI nomor 34 tahun 2004, pasal 9b menyatakan salah satu tugas TNI AL adalah melaksanakan tugas diplomasi Angkatan laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah. (Mjs/OL-03)

Sumber : www.mediaindonesia.com
Kredit foto : alutsista.blogspot.com


Dibaca : 2.936 kali.

Tuliskan komentar Anda !