Close
 
Sabtu, 30 Agustus 2014   |   Ahad, 4 Dzulqaidah 1435 H
Pengunjung Online : 1.203
Hari ini : 7.698
Kemarin : 17.640
Minggu kemarin : 150.178
Bulan kemarin : 420.919
Anda pengunjung ke 97.069.481
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 november 2007 03:03

Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara Gelar Lomba Musik Bambu

Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara Gelar Lomba Musik Bambu

Kendari– Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki beberapa suku dan etnis yang berbeda diantaranya Muna, Tolaki, Buton dan Bajo. Masing-masing daerah pun memiliki berbagai macam khas musik dan lagu yang berbeda pula untuk dikembangkan.

Dengan perbedaan itu Dinas Pariwisata Dan Seni Budaya Sultra akan menyelenggarakan lomba musik bambu di tingkat SMU dan Umum. Termasuk lagu-lagu khas daerah tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Sultra yang mulai berlangsung hari ini, Kamis (8/11) kemarin di gedung utama Eks MTQ Kendari.

La Ode Ali Hanafi, M.Si, Kepala Badan Pariwisata Sultra mengungkapkan, lomba musik bambu dan lomba lagu-lagu khas daerah bertujuan melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah Sultra yang saat ini keberadaannya semakin terlupakan.

"Sengaja kami adakan kegiatan lomba seperti ini dengan melibatkan anak SD, karena ingin mengenalkan serta menanamkan kepada jiwa mereka (usia dini red) bahwa musik bambu dan lagu daerah Sultra saat ini masih ada dan perlu dikembangkan," katanya.

Untuk musik bambu dan lagu daerah yang akan ditampilkan, katanya, harus benar-benar bernuasa khas daerah asal masing-masing yang tentunya disesuaikan dengan irama lagu yang dinyanyikan.

Kemudian Arif, salah seorang juri lomba musik bambu mengungkapkan akan pentingnya mengetahui serta mengelal alat tradisional musik yang alat dan bahannya terbuat dari bambu. Apalagi alat ini memiliki nada yang spesifik dibanding alat musik lain.

"Musik bambu Sulawesi Utara selain ditiup juga bisa menjadi kulintang dan alat ini bisa digunakan satu orang dalam satu lagu karena dilengkapi dengan semua jenis nada (tiga belas nada red). Sementara musik bambu Sultra hanya bisa ditiup dan cara penggunaannya satu orang dan hanya bisa menguasai 2 hingga 3 nada. Sehingga dalam mengiringi sebuah lagu dibutuhkan 6-7 orang dan dibutuhkan kerja sama yang baik," tambahnya.

Sumber : www.kendariekspres.com
Kredit foto : massengrengpulu.wordpress.com


Dibaca : 11.475 kali.

Tuliskan komentar Anda !