Close
 
Kamis, 21 Agustus 2014   |   Jum'ah, 24 Syawal 1435 H
Pengunjung Online : 2.353
Hari ini : 19.569
Kemarin : 22.144
Minggu kemarin : 178.124
Bulan kemarin : 420.919
Anda pengunjung ke 97.036.310
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

13 juni 2009 01:40

Pangeran Antasari dan Tarian Dayak Terpampang di Mata Uang

Pangeran Antasari dan Tarian Dayak Terpampang di Mata Uang

Banjarbaru, Kalsel - Kalimantan Selatan patut berbangga. Pahlawan nasional asal Banua, Pangeran Antasari, akan menjadi cover depan uang pecahan kertas baru Rp 2.000 yang akan diluncurkan Bank Indonesia (BI). Hal itu diungkapkan Pemimpin Cabang BI Banjarmasin Bramudija Hadinoto pada pertemuan rutin Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kalsel di Aula Dinas Kehutanan Kalsel, di Banjarbaru, Rabu (10/6).

"BI akan meluncurkan uang pecahan kertas baru senilai Rp 2.000 dengan gambar depan Pangeran Antasari," ungkap Bramudija. Menurut dia, direncanakan uang baru itu akan di-launching secara khusus di Kalsel. Karena pahlawan nasional yang turut berjasa memerangi penjajah Belanda itu berasal dari Kalsel. "Kalau tak ada aral melintang, 6 Juli mendatang uang pecahan Rp 2.000 bergambar Pangeran Antasari kita luncurkan di Banjarmasin," katanya.

Pemilihan Pangeran Antasari untuk gambar depan uang baru sudah melalui proses pertimbangan cukup lama. Selain itu, sudah menjadi kebiasaan rupiah selalu menampilkan pahlawan nasional sebagai bentuk penghargaan. "Pangeran Antasari itu Pahlawan Nasional. Jadi, wajar jika kita berikan penghormatan seperti pahlawan lainnya yang dipasang di uang pecahan yang sekarang ini sudah beredar," cetus Bramudija.

Saat ini, tambah dia, uang pecahan baru Rp 2.000 belum dicetak. Biasanya, proses pencetakan dilakukan saat mendekati launching. Jumlah yang dicetak belum dipastikan, tetapi yang pasti lebih dari Rp 1 miliar. "Untuk penyebaran perdananya nanti kita prioritaskan Kalsel agar warga di daerah ini bisa memilikinya," ujarnya.

Pangeran Antasari adalah Pahlawan Nasional Indonesia. Dia meninggal karena penyakit cacar di pedalaman Sungai Barito, Kalimantan Tengah. Kerangkanya dipindahkan ke Banjarmasin dan dimakamkan kembali di Taman Makam Perang Banjar (Komplek Makam Pangeran Antasari), Banjarmasin Utara, Banjarmasin. Pada 14 Maret 1862 menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin di hadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Tanah Dusun Atas, Kapuas, dan Kahayan yaitu Kiai Adipati Jaya Raja.

Semasa mudanya dia bernama Gusti Inu Kartapati. Ayah Pangeran Antasari adalah Pangeran Masohut (Mas`ud) bin Pangeran Amir bin Sultan Muhammad Aminullah, dan ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Pangeran Antasari pernah meledakkan kapal milik Belanda Onrust dan juga pemimpin-pemimpinnya yang bernama Letnan der Velde dan Letnan Bangert. Setelah wafat, perjuangan beliau dilanjutkan keturunannya, Sultan Muhammad Seman dan cucunya Ratu Zaleha.

Menurut Bramudija, untuk cover belakang uang pecahan baru yang  akan diberi warna krem itu, juga akan memasang gambar tarian asal Provinsi Kalteng. "Gambar belakang tarian Dayak. Namanya sengaja dinamakan secara umum dengan tarian Dayak. Ini mengikuti saran Gubernur Teras Narang. Karena menurut pakar, tarian itu banyak sekali namanya, mulai giring-giring, tari panen sampai perang," ujarnya. Uang kertas pecahan Rp 2.000 diluncurkan dengan tujuan efisiensi dan efektivitas proses transaksi serta memudahkan masyarakat. (ais)

Sumber: http://regional.kompas.com
Kredit Foto: http://duniabanyumas.wordpress.com


Dibaca : 11.974 kali.

Tuliskan komentar Anda !