Close
 
Jumat, 24 Oktober 2014   |   Sabtu, 29 Dzulhijah 1435 H
Pengunjung Online : 1.706
Hari ini : 11.288
Kemarin : 19.177
Minggu kemarin : 160.551
Bulan kemarin : 802.699
Anda pengunjung ke 97.266.781
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

20 agustus 2009 01:45

Pergelaran Budaya di Batam, Suguhkan Seni Cina dan Indonesia

Pergelaran Budaya di Batam, Suguhkan Seni Cina dan Indonesia

Batam, Kepri - Pergelaran seni budaya Nusantara dan Cina menghadirkan pertukaran kesenian antara Indonesia dan Cina. Acara yang diselenggarakan di Hotel Vista, Batam, Selasa (18/8) resmi dibuka Walikota Batam Ahmad Dahlan. Pergelaran seni yang diadakan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) ini, menghadirkan aneka pertunjukan seni yang disajikan kedua negara.

”Pertunjukan seni dari Indonesia menyajikan tarian dari Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat dan lainnya. Dari Cina mereka menyuguhkan berbagai tarian, nyanyian, kaligrafi dan lukisan khas negeri Cina,” kata Harsono, Ketua Inti Kepri. Kegiatan ini, ungkap Harsono, merupakan lawatan balasan dari Cina setelah sebelumnya Pemko Batam dan Inti Kepri melakukan kunjungan ke Guang Xi, Cina. ”Sekitar 33 orang datang dari Cina untuk menyuguhkan budaya mereka,” katanya.

Walikota Ahmad Dahlan mengakui, Cina merupakan negara dengan peradaban yang tinggi. Walaupun zaman sudah maju tapi masyarakat Cina masih menjaga filosofi dan mempertahankan tradisi dalam terapan praktis kehidupan sehari-hari. Batam sendiri, kata Dahlan, merupakan daerah dengan komutitas warga Tionghoa yang besar. ”Tahun 2010 nanti, akan dibangun tempat khusus yang bisa menyajikan berbagai budaya Cina. Hal ini juga untuk lebih banyak menarik wisatawan dari keturunan Tionghoa untuk datang ke Batam,” ujarnya.

Dalam pergelaran itu, Wei Cien Ping (66), yang tergabung dalam rombongan menyajikan atraksinya dan kelihaiannya dalam membuat kaligrafi huruf Cina. Laki-laki yang berprofesi sebagai dosen ini sudah menekuni membuat kaligrafi menggunakan tinta Cina sejak 20 tahun lalu.  Sementara itu, ketika anak-anak Batam menyuguhkan tarian Tor-tor khas Sumatra Utara, warga Cina yang datang pun banyak yang ikut menari bersama anak-anak. (cr6)

Sumber: http://batampos.co.id
Kredit Foto: http://foto.detik.com


Dibaca : 3.278 kali.

Tuliskan komentar Anda !